Scroll untuk baca artikel
BanyuasinBeritaKampusNasionalPendidikanSumsel

Dosen STIHPADA Turun ke Desa, Bimbing Perangkat Pulau Harapan Lewat Pengabdian Masyarakat

×

Dosen STIHPADA Turun ke Desa, Bimbing Perangkat Pulau Harapan Lewat Pengabdian Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Sekelompok dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Balai Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Senin (6/10/2025). (Foto: Tribunepos)

BANYUASIN, TRIBUNEPOS — Sekelompok dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sumpah Pemuda menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Balai Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Senin (6/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penelitian yang bersumber dari Dana Hibah Kemendikbudristek bidang Saintek, dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Perangkat Desa untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Pulau Harapan.”

Ketua Tim, Dr. Windi Arista, SH, MH, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas perangkat desa dalam mengelola potensi lokal agar dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli desa.

“Desa memiliki kekayaan sumber daya yang besar, namun pengelolaannya masih perlu strategi yang tepat dan berbasis hukum agar lebih efektif,” ujarnya.

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Dr. H. Bambang Sugianto, SH, M.Hum, dan Enni Merita, SH, MH, dari STIHPADA, serta Dr. Yuliza, SE, MSi, MM dari Sekolah Tinggi Ekonomi Aprin.

Dalam sesi penyuluhan, para dosen memberikan paparan tentang tata kelola keuangan desa, peran hukum dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), strategi peningkatan pendapatan asli desa (PADes), inovasi pengelolaan aset desa berbasis potensi ekonomi lokal, serta strategi inovatif untuk menggali potensi ekonomi lokal.

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Dr. H. Bambang Sugianto, SH, M.Hum, dan Enni Merita, SH, MH, dari STIH Sumpah Pemuda, serta Dr. Yuliza, SE, MSi, MM dari Sekolah Tinggi Ekonomi Aprin. (Foto: Tribunepos)

Kegiatan diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan BUMDes Pulau Harapan.

“Sinergi antara ilmu hukum dan ekonomi sangat penting untuk menciptakan tata kelola desa yang transparan, akuntabel, dan produktif,” tambah Windi.

Kepala Desa Pulau Harapan mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan.

“Kami merasa terbantu, terutama dalam memahami aspek hukum dan manajerial desa yang selama ini masih terbatas,” katanya.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap Desa Pulau Harapan dapat menjadi contoh penerapan tata kelola desa yang profesional dan berdaya saing, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. **