Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatanOgan IlirPendidikanSekolahSumsel

Kasus Gigitan Hewan Meningkat, Siswa SMPN 7 Pemulutan Dapat Edukasi Bahaya Rabies

×

Kasus Gigitan Hewan Meningkat, Siswa SMPN 7 Pemulutan Dapat Edukasi Bahaya Rabies

Sebarkan artikel ini

OGAN ILIR, TRIBUNEPOS — Kekhawatiran atas meningkatnya kasus gigitan hewan pembawa rabies (HPR) di Ogan Ilir mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian turun langsung ke sekolah, Kamis (13/11/25). Puluhan siswa SMPN 7 Pemulutan mendapat penyuluhan khusus tentang bahaya rabies dan langkah penanganannya.

Kegiatan yang diikuti 60 siswa itu dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Leni Marlina, SPd, yang menegaskan pentingnya memahami ancaman rabies.

“Rabies bukan penyakit sepele. Ini soal nyawa. Karena itu, apa yang disampaikan narasumber hari ini harus kalian dengarkan dan sebarkan ke keluarga di rumah,” kata Leni dalam sambutannya.

Tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ogan Ilir kemudian memberikan pemahaman dasar tentang rabies—penyakit mematikan yang menyerang otak dan ditularkan melalui gigitan atau jilatan hewan seperti anjing, kucing, dan kera.

“Begitu muncul gejala, tidak ada obatnya. Pencegahan dan tindakan cepat adalah kuncinya,” jelas petugas penyuluh.

Dalam penyuluhan itu, siswa diajarkan langkah darurat jika tergigit hewan terduga rabies: cuci luka selama 10–15 menit dengan sabun di air mengalir, oles antiseptik, lalu segera ke fasilitas kesehatan untuk vaksin anti-rabies (VAR).

Selain itu, warga diimbau memvaksin hewan peliharaan minimal setahun sekali dan tidak memegang hewan liar.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menumbuhkan kesadaran sejak dini di kalangan pelajar tentang pentingnya pencegahan rabies.

“Edukasi seperti ini penting agar siswa jadi agen penyebar informasi di lingkungan masing-masing,” ujar Leni Marlina menutup kegiatan. (*)
Jurnalis: Reval Meraldi