OGAN ILIR, TRIBUNEPOS – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Ogan Ilir membantah pemberitaan yang menyebut adanya dugaan penganiayaan oleh Kepala Dinas Kominfo terhadap salah satu bawahannya.
Klarifikasi tersebut disampaikan Pranata Humas Dinas Kominfo Ogan Ilir, Hari, saat ditemui Tribunepos di Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (17/12/2025).
Hari menegaskan, informasi yang beredar di sejumlah media dan media sosial tidak sesuai dengan fakta. Berdasarkan keterangan yang ia peroleh, tidak pernah terjadi tindakan penganiayaan maupun kontak fisik sebagaimana yang dituduhkan.
“Informasi itu tidak benar. Berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi, tidak ada penganiayaan atau kontak fisik. Yang terjadi hanya teguran pimpinan kepada bawahan terkait pekerjaan,” kata Hari.
Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengimbau media untuk mengedepankan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Menurut dia, Kominfo Ogan Ilir terbuka untuk memberikan penjelasan lebih lanjut guna meluruskan informasi yang berkembang.
Sebelumnya viral diberitakan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Ogan Ilir berinisial FR diduga arogan melakukan dugaan kekerasan terhadap bawahannya, seorang Kepala Bidang (Kabid) berinisial RK, Selasa (16/12/2025).
Peristiwa itu terjadi saat FR mendatangi ruang kerja RK dalam keadaan emosi. Sejumlah pegawai menyebut FR mengoceh dan membanting berkas di atas meja, sehingga memicu keributan dan menarik perhatian staf lain di sekitar ruangan.
Dikutip dari Sumselupdate, RK membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan, saat berusaha keluar ruangan untuk menghindari konflik, FR diduga menendangnya hingga mengenai bagian ulu hati.
“Dia datang ke ruangan sambil mengoceh dan membanting berkas. Karena terdengar oleh staf lain, mereka mencoba mencegah agar tidak terjadi pemukulan,” ujar RK dilansir dari Sumselupdate.
Menurut RK, meski beberapa pegawai sempat melerai dan menahan FR, tendangan itu tetap mengenai dirinya ketika ia berusaha menjauh dari lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, RK mengaku mengalami rasa sakit di ulu hati dan telah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hermina Jakabaring.
RK menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penganiayaan itu ke pihak kepolisian.
“Saya sudah ke RS Hermina untuk pemeriksaan kesehatan dan akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib,” katanya.
Sementara itu, masih dikutip dari Sumselupdate, Kepada Dinas Kominfo Ogan Ilir FR, membantah tuduhan dugaan penganiayaan tersebut. Saat dihubungi, ia mengakui memang terjadi keributan dengan RK, namun menegaskan tidak ada tindakan kekerasan.
“Tidak ada penganiayaan. Itu hanya kekhilafan saya selaku pimpinan karena kesalahan berulang yang dilakukan yang bersangkutan. Suasana memang sempat panas, tetapi tidak ada sampai menendang,” ujar FR melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir terkait dugaan kekerasan tersebut. (*)
Jurnalis: Tri Andini Firdanti/Komaria Nzuri












