Scroll untuk baca artikel
BeritaOgan IlirPendidikanSekolahSumsel

Mahasiswa UIN Raden Fatah Kampanyekan Anti-Bullying Lewat Journaling di SD Negeri 28 Pemulutan

×

Mahasiswa UIN Raden Fatah Kampanyekan Anti-Bullying Lewat Journaling di SD Negeri 28 Pemulutan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Rekognisi 84A Kelompok 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar kampanye anti-bullying yang dipadukan dengan kegiatan journaling ekspresif di SD Negeri 28 Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu hingga Kamis, 28–29 Januari 2026. (Dok. Tribunepos)

OGAN ILIR, TRIBUNEPOS.COM — Mahasiswa KKN Rekognisi 84A Kelompok 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar kampanye anti-bullying yang dipadukan dengan kegiatan journaling ekspresif di SD Negeri 28 Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu hingga Kamis, 28–29 Januari 2026.

Kegiatan bertajuk “BUNNY: Bullying Is Not Funny 2.0” itu bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya saling menghargai sekaligus memberi ruang aman bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan secara sehat.

Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan di kelas V A dan V B. Mahasiswa menyampaikan materi tentang pengertian bullying, bentuk-bentuk perilaku perundungan di sekolah, serta dampaknya terhadap korban. Setelah itu, siswa diajak menuliskan perasaan dan pengalaman mereka melalui journaling.

Awalnya, sebagian siswa terlihat canggung dan belum terbiasa mengungkapkan emosi lewat tulisan. Namun perlahan, sejumlah siswa mulai terbuka dan menuliskan cerita yang selama ini mereka pendam, mulai dari pengalaman dibully hingga tekanan dari lingkungan sekitar.

Kegiatan berlanjut pada hari kedua di kelas VI dengan suasana yang lebih emosional. Beberapa siswa menuliskan kisah yang lebih mendalam, bahkan ada yang menangis saat membaca kembali tulisannya.

Mahasiswa KKN Rekognisi 84A Kelompok 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar kampanye anti-bullying yang dipadukan dengan kegiatan journaling ekspresif di SD Negeri 28 Pemulutan. (Dok. Tribunepos)

Mahasiswa mencatat kondisi emosional siswa sangat dipengaruhi oleh faktor keluarga, pergaulan, serta pola asuh.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berperan sebagai pendengar dan fasilitator, tanpa memaksakan solusi kepada siswa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa merasa lebih didengar dan dipahami.

Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kampanye serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak. [*]

Jurnalis: Zahra Amiya Tasya

 

Penulis: Zahrah Amiya TasyaEditor: SPH