Scroll untuk baca artikel
BeritaOgan IlirPendidikanSumsel

Enam Tahun Menanti, Medi Akhirnya Dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu di Ogan Ilir

×

Enam Tahun Menanti, Medi Akhirnya Dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu di Ogan Ilir

Sebarkan artikel ini
Setelah menunggu selama enam tahun, Medi (47), pegawai Kelurahan Tanjung Batu Barat, akhirnya resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar secara serentak di Lapangan KPT Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (23/12/2025) Kemarin. Dok_Tribunepos

OGAN ILIR, TRIBUNEPOSSetelah menunggu selama enam tahun, Medi (47), pegawai Kelurahan Tanjung Batu Barat, akhirnya resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar secara serentak di Lapangan KPT Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (23/12/2025) Kemarin.

Medi merupakan salah satu dari ratusan tenaga non-ASN yang telah lama mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Ia menjalani masa kerja sebagai tenaga Keamanan dan kebersihan bertahun-tahun sebelum akhirnya menerima Surat Keputusan pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

Medi mengatakan, pelantikan ini bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi juga bentuk penghargaan atas pengabdian panjang para tenaga kerja.

“Alhamdulillah, setelah enam tahun menunggu, hari ini resmi dilantik. Ini momen yang sangat berarti bagi saya dan keluarga.” kata Medi usai pelantikan.

Ia menilai masih banyak rekan seprofesi yang bernasib sama, bahkan sebagian di antaranya telah mendekati usia pensiun namun belum mendapatkan kepastian status.

Medi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap tenaga PPPK paruh waktu. Ia meminta agar proses pengangkatan ke depan dapat dipercepat dan dilakukan secara lebih transparan.

“Jangan terlalu lama memberi harapan tanpa kepastian, terutama bagi mereka yang usianya sudah tidak muda lagi,” ujarnya.

Pelantikan PPPK di Lapangan KPT Tanjung Senai menjadi penanda berakhirnya penantian panjang sebagian tenaga honorer di Ogan Ilir. Namun, bagi Medi, momen ini juga menjadi pengingat bahwa masih dibutuhkan kebijakan yang lebih adil bagi tenaga Paruh Waktu agar pengabdian selama bertahun-tahun mendapat kepastian hukum kesejahtraan.

Jurnalis: Tri Andini Firdanti