Rabu, 22 Juli 2026
LIVE TV

Respons Minimnya Oposisi, Forum Masyarakat Sipil Luncurkan Kabinet Bayangan Pengawas Pemerintah

Admin Jaringan Tribunepos Rabu, 22 Juli 2026 | 19:54 WIB
Bagikan:

JAKARTA – Sebuah kelompok yang terdiri dari peneliti, akademisi, serta pegiat sosial telah meluncurkan inisiatif bernama Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil. Forum ini berfungsi sebagai instrumen pengawasan independen guna menguji setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui pendekatan riset yang objektif.

Kehadiran 15 sosok yang mengisi pos-pos strategis dalam kabinet ini bukan dimaksudkan untuk menandingi pemerintah, melainkan sebagai mekanisme kontrol atau policy counterweight. Langkah ini diambil menyikapi kondisi politik nasional di mana mayoritas kekuatan parlemen kini tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah.

Setelah melewati seleksi ketat selama dua bulan, pengumuman resmi kabinet ini bertepatan dengan momen Hari Keadilan Internasional pada Jumat (17/7/2026).

IKLAN/span>
Sponsored Alternative

Setiap anggota kabinet bayangan bertugas mengawasi kinerja kementerian di Kabinet Merah Putih secara spesifik. Mereka berkomitmen untuk memberikan evaluasi, kajian kritis, serta usulan kebijakan alternatif yang lebih berorientasi pada kepentingan publik.

Feri Amsari, yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Seleksi, menegaskan bahwa inisiatif ini murni untuk menjaga kualitas demokrasi. “Kami bukan tandingan pemerintah, melainkan penyedia pembanding kebijakan yang berbasis data dan analisis akademik,” ujar Feri dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Ia menekankan bahwa operasional kabinet ini bersifat independen tanpa keterlibatan partai politik maupun pendanaan dari korporasi asing. Pendanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong dan kedepannya akan menerapkan skema crowdfunding agar publik bisa berpartisipasi langsung.

Sistem kerja yang diterapkan adalah man-to-man marking, di mana setiap menteri bayangan akan menyoroti satu kementerian teknis. Proses rekrutmen pun melibatkan panel independen seperti Erry Riyana Hardjapamekas, Bivitri Susanti, dan Zainal Arifin Mochtar.

Kriteria pemilihan mencakup integritas, rekam jejak yang mumpuni, usia di bawah 50 tahun, serta keberanian dalam bersuara. Sebanyak 40 persen anggota kabinet ini adalah perempuan sebagai bentuk representasi inklusif.

Susunan Kabinet Bayangan Masyarakat Sipil:

Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari
Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara: Armand Suparman
Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Menteri Pertahanan: Curie Maharani
Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati
Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona
Menteri Perekonomian: Media Wahyudi Askar
Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara
Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Iqbal Damanik
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri
Menteri Riset, Teknologi, dan Digital: Nenden Sekar Arum
Menteri Kesehatan: Irma Hidayana
Menteri Sosial dan Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati
Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah
Sekretaris Kabinet: Ahmad Julil Qur’ani Farid

Progres Membaca1 dari 2 Halaman (50%)

Komentar

1000 Karakter tersisa
Premium Partner
⚡ Sponsored Interstitial