Scroll untuk baca artikel
BatamBeritaNasionalOgan IlirSumselViral

Perantau Meranjat di Batam Sarankan Pemerintah Ogan Ilir Dirikan BLK di Tiap Kecamatan, Tujuannya Ini!

×

Perantau Meranjat di Batam Sarankan Pemerintah Ogan Ilir Dirikan BLK di Tiap Kecamatan, Tujuannya Ini!

Sebarkan artikel ini
Oktariansyah, SH, MH pengusaha muda sukses asal Ogan Ilir di Batam. (Foto: Tribunepos) 

OGAN ILIR, TRIBUNEPOS – Oktariansyah, SS, ST, SH, MH, MM, CCLA perantau asal Meranjat, Ogan Ilir, yang kini bermukim di Batam, menyarankan pemerintah daerah untuk mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) di setiap kecamatan. Ia menilai ketiadaan balai pelatihan keterampilan sampai di kecamatan membuat banyak anak muda Ogan Ilir kehilangan kesempatan bersaing di dunia kerja.

“Banyak lowongan kerja besar di kota-kota industri seperti Batam, Tangerang, Bekasi dan lainnya, tapi anak-anak muda dari Ogan Ilir minim keterampilan. Kalau ada BLK di setiap kecamatan, lulusan SMA atau sarjana sekali pun bisa dibekali skill untuk masuk pasar kerja nasional,” kata Oktariansyah, Minggu (21/9/25).

Ia menegaskan, kehadiran BLK bukan sekadar fasilitas pelatihan, melainkan bagian dari tanggung jawab negara melalui pemerintah daerah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“SDM kita akan lebih siap, trampil, dan berdaya guna. Tidak hanya sekadar mencari kerja, tapi bisa juga menciptakan peluang usaha baru dengan skill yang dimiliki,” ujarnya.

Selama ini, pemuda Ogan Ilir yang merantau ke daerah industri sering kali tersisih karena kalah bersaing dengan tenaga kerja dari wilayah lain yang lebih terampil.

“Kita hanya menghimbau, memberi saran. Tapi harapannya, pemerintah tidak menunda lagi kebutuhan ini,” tutur Oktariansyah.
“BLK itu untuk saat ini bisa dibilang menjadi kebutuhan strategis. Anak-anak muda jangan hanya mengandalkan ijazah. Mereka perlu skill yang bisa langsung dipakai di lapangan kerja,” tambahnya.

Alumni SMA Negeri 1 Tanjung Batu ini mencontohkan kondisi Batam, kota industri yang setiap bulan membuka ratusan bahkan ribuan lowongan kerja di sektor manufaktur, elektronik, hingga logistik.

Namun, peluang itu jarang bisa dinikmati pemuda Ogan Ilir karena keterampilan mereka terbatas.

“Di Batam, Tangerang, Bekasi, lowongan kerja besar selalu ada. Sayangnya, anak-anak muda dari daerah asal saya jarang lolos seleksi karena tidak punya skill yang sesuai,” ujarnya.

Menurut Oktariansyah, Ogan Ilir seolah masih terjebak pada pekerjaan tradisional dengan keterampilan seadanya.

“Kalau ada BLK di tiap kecamatan, pemuda bisa mengasah minatnya, entah teknisi, pabrikasi, tata boga, desain grafis, atau kerajinan dan masih banyak lainnya. Jangan sampai mereka hanya jadi penonton,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas pelatihan akan membuka jalan bagi ribuan pemuda pengangguran di Ogan Ilir untuk memiliki keterampilan baru.

Selama ini, pemerintah daerah dinilai terlalu bergantung pada sektor formal, sementara mayoritas pemuda justru bekerja di sektor informal tanpa bekal keterampilan memadai.

Dorongan ini, kata dia, seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah kabupaten. Pertumbuhan sektor industri kecil, pertanian modern, hingga wirausaha lokal, juga membutuhkan tenaga kerja terampil. Tanpa intervensi serius, potensi itu bisa berbalik menjadi beban.

“Pemerintah jangan hanya bangga meresmikan proyek fisik, tapi lupa menyiapkan sumber daya manusia. Percuma bangun jalan kalau pemuda tidak punya kemampuan untuk bersaing,” tegasnya.

Oktariansyah juga berharap pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan perantau Ogan Ilir.

“Kami di rantau siap membantu, asal ada komitmen serius membangun BLK secara merata. Jangan tunggu pemuda kita jadi pengangguran dulu baru sibuk mencari solusi,” ujarnya menutup pembicaraan.

**