PALEMBANG, TRIBUNEPOS — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sako resmi terbentuk setelah menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) perdana, Sabtu (27/09/25). Pemekaran ini merupakan tindak lanjut dari mandat Muscab PCM Ilir Timur I Palembang yang menilai wilayah Sako telah layak berdiri sendiri.
Ketua PCM Ilir Timur I Palembang, Riduwansyah SH MH, menuturkan, kajian mengenai pemekaran Sako sudah lama dilakukan.
“Tolok ukur utamanya adalah partisipasi anggota, kesiapan kepengurusan, serta keberadaan amal usaha. Semua itu terpenuhi, sehingga Sako dianggap layak menjadi cabang mandiri,” katanya.
Riduwansyah menambahkan, Sako menjadi cabang ketiga yang dimekarkan dari PCM Ilir Timur I, setelah sebelumnya Sukarame dan Alang-Alang Lebar.
“Alhamdulillah Muscab pertama PCM Sako bisa terlaksana. Harapan kami, pengurus mampu menata ranting-ranting di wilayahnya dan mengembangkan amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.
Muscab perdana PCM Sako diikuti tiga ranting, yakni PRM Pusri Sako, PRM Lebung Gajah, dan PRM Kenten Laut.
Agenda utamanya adalah memilih delapan anggota pleno tetap, yang kemudian secara bulat mempercayakan kepemimpinan kepada Prof Dr Kgs Ahmad Roni untuk periode 2022–2027.
Dalam pidato perdananya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan komitmen.
“Amanah ini bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar. Kami akan menjalankannya dengan ikhlas, penuh kebersamaan, dan semangat perjuangan,” ujarnya.
Ia menekankan, ke depan PCM Sako harus menjadi motor penggerak gerakan dakwah dan sosial Muhammadiyah di kawasan tersebut.
“Dengan teladan para tokoh dan kebersamaan seluruh ranting, insya Allah PCM Sako bisa tumbuh maju sebagaimana menjadi harapan kita bersama,” katanya menutup pidatonya.
**












