TRIBUNEPOS — Sebuah foto yang memperlihatkan seorang siswa SMA tengah menunjukkan porsi makan siang gratis beredar luas di media sosial, Jumat, 29 Agustus 2025. Di atas food tray stainless yang menjadi wadah resmi program Makan Bergizi Gratis (MBG), tampak seiris kecil semangka dan lauk pauk seadanya.
Hingga kini, belum diketahui siswa itu berasal dari sekolah maupun daerah mana. Namun, foto tersebut terlanjur memicu gelombang kritik warganet terhadap pelaksanaan program MBG yang digulirkan pemerintah.
“Semangkanya setipis keadilan di negeri ini, lauknya seuprit, korupsinya kelihatan banget. Satu semangka bisa buat ratusan murid, gimana enggak keliatan korupnya,” tulis seorang pengguna media sosial di platform X (dulu Twitter). Unggahan itu segera viral dan dibagikan ribuan kali.

Tak sedikit warganet menyindir porsi makan gratis yang dinilai tak manusiawi dan rawan dikorupsi. Kritik serupa juga ramai berseliweran di Facebook dan Instagram.
“Kalau begini, anak sekolah bukannya sehat, malah makin kekurangan gizi,” komentar akun lain.
Meski lokasi foto belum jelas, kritikan publik terlanjur menguatkan terkait dugaan carut-marut pengelolaan MBG.

Beberapa kasus sebelumnya sudah terungkap, mulai dari laporan makanan basi dan berbau yang dibagikan di SMA Negeri 1 Indralaya Selatan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, hingga keracunan massal di Kabupaten Lebong, Bengkulu, yang menimpa ratusan siswa pada 27 Agustus 2025.
Pemerintah Provinsi Bengkulu bahkan menutup dapur penyedia MBG di Lebong dan mengamankan kepala dapurnya untuk dimintai keterangan. Sementara di Ogan Ilir, tidak ada tindakan serius dari pemerintah.

Miris memang, program yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar itu kini justru menuai kritik pedas. Bagi publik, foto seiris semangka di nampan makan siang siswa menjadi simbol telanjang atas dugaan kebocoran anggaran dan lemahnya pengawasan program MBG. Pemerintah harus tegas!. **












