Sabtu, 13 Juni 2026
LIVE TV

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Lagi-Lagi Kelas Menengah Jadi Tumbal?

SPH Tribunepos Kamis, 11 Juni 2026 | 10:37 WIB
Ilustrasi kenaikan harga Pertamax sebesar 32 persen dinilai menambah tekanan ekonomi bagi kelas menengah Indonesia.
Ilustrasi kenaikan harga Pertamax sebesar 32 persen dinilai menambah tekanan ekonomi bagi kelas menengah Indonesia. (Grafis: Tribunepos.com)
Bagikan:

EDITORIAL 
Oleh: Sandi Pusaka Herman, SH (Pemimpin Redaksi Tribunepos | Umbaran.com)

Kenaikan harga Pertamax hingga Rp 16.250 per liter memunculkan kembali pertanyaan lama, mengapa kelas menengah selalu menjadi pihak pertama yang diminta berkorban ketika tekanan fiskal dan energi menghantam negara?

Pemerintah kembali menguji daya tahan kelas menengah Indonesia. Mulai Rabu, (10/06/26) kemarin, harga Pertamax resmi melonjak dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Dalam hitungan jam, terjadi kenaikan Rp 3.950 per liter atau sekitar 32 persen. Salah satu kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi sebagian kalangan, kebijakan ini mungkin dianggap wajar. Pertamax adalah BBM nonsubsidi yang selama ini dikonsumsi kelompok masyarakat dengan daya beli lebih tinggi. Namun di lapangan, realitasnya jauh lebih rumit.

Mereka yang menggunakan Pertamax bukan semata-mata kelompok kaya. Banyak di antaranya adalah pekerja kantoran, pelaku UMKM, pengemudi transportasi daring, hingga keluarga muda yang menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja, mengantar anak sekolah, atau menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Sandi Pusaka
Penulis : Sandi Pusaka Editor : SPH Sumber : -

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait lainnya.

Komentar

1000 Karakter tersisa