Kenaikan 32 persen dalam semalam berarti tambahan pengeluaran yang tidak kecil. Sementara pada saat yang sama, pendapatan sebagian besar masyarakat tidak ikut naik dengan kecepatan yang sama.
Yang membuat publik bertanya-tanya bukan hanya besarnya kenaikan harga, melainkan juga kontrasnya dengan berbagai pernyataan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.
Selama tiga bulan terakhir, masyarakat berkali-kali mendapat sinyal bahwa kondisi energi nasional relatif aman. Stok BBM disebut terkendali. Tidak ada rencana penyesuaian harga yang signifikan. Bahkan berbagai pejabat menyampaikan optimisme bahwa tekanan terhadap subsidi energi masih dapat dikelola hingga akhir tahun.
Namun kenaikan Pertamax hingga 32 persen sekaligus memunculkan kesan bahwa situasi yang sebenarnya jauh lebih rapuh dibandingkan narasi yang selama ini disampaikan.

Komentar