TRIBUNEPOS.COM — Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar lebih mencerminkan peta kekuatan dunia saat ini. Dari Brasil, Prabowo menegaskan negara-negara berkembang dengan populasi besar dan ekonomi kuat tak boleh lagi berada di pinggiran dalam pengambilan keputusan global.
Seruan itu disampaikan Prabowo usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Palácio do Planalto, Brasilia, Rabu (9/7/2026).
Dalam konferensi pers bersama, Prabowo mendukung pandangan Lula yang menilai struktur PBB saat ini sudah tidak sepenuhnya merepresentasikan realitas geopolitik global yang terus berubah.
“Kami mendukung pemikiran Presiden Lula bahwa PBB harus direformasi untuk meningkatkan suara para pemain besar baru dalam panggung global,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, negara-negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk besar serta kekuatan ekonomi yang terus tumbuh layak memperoleh peran yang lebih signifikan dalam menentukan arah kebijakan internasional.
Ia mencontohkan Brasil sebagai salah satu kekuatan baru dunia yang memiliki kapasitas untuk mengambil peran lebih besar dalam tata kelola global.
“Brasil adalah negara yang sangat besar, penduduknya banyak, dan punya ekonomi yang kuat. Saya rasa kita harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin,” ujarnya.
Prabowo menilai Indonesia dan Brasil memiliki kepentingan yang sama untuk memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil, inklusif, dan representatif. Karena itu, kedua negara perlu memperkuat kerja sama dan menyatukan suara dalam mendorong perubahan di berbagai forum internasional.
Selain membahas reformasi PBB, pertemuan kedua pemimpin juga menyinggung sejumlah isu geopolitik yang menjadi perhatian dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina dan konflik yang masih berlangsung di Gaza.
Prabowo menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya diplomatik untuk mendorong gencatan senjata di Ukraina melalui kelompok Friends of Peace. Ia juga mengapresiasi sikap Brasil yang konsisten menyerukan penghentian perang di Gaza.

Komentar