Jumat, 19 Juni 2026
LIVE TV

Kiai Raja, Raja Kiai

SPH Tribunepos Rabu, 17 Juni 2026 | 10:16 WIB
KH. Mudrik Qori
KH. Mudrik Qori
Bagikan:

Pengalaman memang melahirkan kebijaksanaan. Namun, tanpa refleksi diri, pengalaman dapat berubah menjadi keyakinan bahwa tidak ada lagi yang perlu dipelajari.

Ketiga, kultus individu

Lembaga menjadi bergantung pada figur, bukan pada sistem.

Ketika seluruh legitimasi organisasi hanya bertumpu pada satu orang, keberlanjutan lembaga menjadi rentan. Organisasi yang sehat seharusnya membangun sistem yang mampu bertahan melampaui figur pendirinya.

Keempat, kurang kaderisasi

Semua keputusan kembali kepada kiai sehingga generasi berikutnya tidak terlatih.

Robert Michels (1915) menyebut kecenderungan ini sebagai iron law of oligarchy, yaitu situasi ketika organisasi cenderung terpusat pada segelintir elite sehingga proses regenerasi berjalan kurang optimal.

Kelima, sensitif terhadap pengakuan

Ingin dihormati, disebut, diundang, atau diapresiasi.

Godaan ini tidak hanya dialami oleh kiai, tetapi juga oleh hampir semua pemimpin. Ketika penghormatan menjadi kebutuhan psikologis, orientasi pelayanan dapat bergeser menjadi orientasi pencitraan.

Progres Membaca4 dari 9 Halaman (44%)
Mudrik Qori
Penulis : Mudrik Qori Editor : SPH Sumber : -

Komentar

1000 Karakter tersisa