Sabtu, 20 Juni 2026
LIVE TV

Kiai Raja, Raja Kiai

SPH Tribunepos Rabu, 17 Juni 2026 | 10:16 WIB
KH. Mudrik Qori
KH. Mudrik Qori
Bagikan:

Keenam, kompetisi status

Kadang terjadi perbandingan diam-diam mengenai jumlah santri, luas tanah, tamu pejabat, cabang, atau gedung.

Padahal, ukuran keberhasilan pesantren tidak selalu identik dengan kemegahan fisik. Kualitas pendidikan, integritas moral, dan kontribusi sosial jauh lebih penting dibandingkan simbol-simbol prestise.

Yang Perlu Diwaspadai

Menurut saya, bahaya terbesar bukanlah kekuasaan.

Bahaya terbesar adalah kesepian intelektual.

Semakin tinggi posisi seorang kiai, semakin sedikit orang yang berani berkata:

“Kiai, saya kira pendapat itu perlu dipertimbangkan kembali.”

Ketika semua orang hanya mengangguk, seorang pemimpin kehilangan cermin.

Irving Janis (1982) menyebut fenomena ini sebagai groupthink, yaitu keadaan ketika sebuah kelompok kehilangan kemampuan berpikir kritis karena terlalu kuatnya dorongan untuk mempertahankan kesepakatan. Dalam situasi seperti itu, kesalahan menjadi sulit dikenali karena tidak ada lagi suara yang berani mengoreksi.

Progres Membaca5 dari 9 Halaman (56%)
Mudrik Qori
Penulis : Mudrik Qori Editor : SPH Sumber : -

Komentar

1000 Karakter tersisa