Mereka membayar pajak, menerima subsidi yang semakin terbatas, dan menghadapi kenaikan biaya hidup yang terus berulang. Ketika harga energi naik, mereka yang pertama terkena dampaknya. Ketika bantuan sosial disalurkan, mereka sering kali berada di luar daftar penerima manfaat.
Kondisi inilah yang memunculkan rasa frustrasi di kalangan kelas menengah.
Bukan semata karena harga bensin yang naik. Melainkan karena muncul perasaan bahwa kerja keras untuk memperbaiki taraf hidup justru membuat mereka kehilangan perlindungan ketika situasi ekonomi memburuk.
Jika pola yang sama seperti 2022 kembali terjadi, maka beberapa bulan ke depan akan menjadi periode yang perlu diawasi. Perubahan perilaku konsumen, tekanan terhadap kuota BBM subsidi, serta potensi efek berantai terhadap inflasi bisa menjadi tantangan berikutnya.

Komentar